Remix Yang Gak Kalah OK Dibandingkan Orisinalnya

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Remix. Penikmat musik mana yang tak mengenal istilah ini. Dengan remix, sebuah lagu orisinal bisa diulik atau diimbuhi elemen lain agar terdengar berbeda namun tidak berangkat jauh dari bentuk asli lagunya. Ada banyak kepentingan mengapa sebuah lagu diremix. Yang paling awam mungkin adalah remix seorang DJ untuk lagu populer dan diubah menjadi sebuah lagu dance. Ada yang dialterasi sedemikian rupa agar bisa masuk dalam pangsa pendengar tertentu. Ada pula remix yang sekedar menambah vokal dari penyanyi lain. Dan banyak lagi.

Dalam sejarah industri musik itu sendiri, remix rasa-rasanya sudah hadir semenjak lama. Sudah banyak pula lagu remix di wilayah musik pop yang tak kalah beken atau malah lebih bagus dibandingkan lagu aslinya. Untuk merangkum lagu-lagu remix tersebut menjadi sebuah postingan singkat tentu tidak mungkin. Namun kalau memadatkan batasan untuk tahun 2010 ke atas, mungkin daftar ini bisa menjadi perwakilan barisan lagu remix yang tak kalah atau bahkan mungkin lebih nge-top dibandingkan aslinya.

Tanpa berpanjang-panjang lagi, inilah 10 Remix Yang Gak Kalah OK Dibandingkan Orisinalnya (berdasarkan urutan tahun):

10. Despacito (Justin Bieber Remix) – Daddy Yankee & Luis Fonsi [2017]

‘Despacito’ jelas adalah pilihan yang paling jelas, karena ini merupakan contoh nyata terkini untuk kesuksesan lagu remix yang melampaui lagu orisinalnya. Duo Daddy Yankee dan Luis Fonsi mungkin memang sukses saat membawa ‘Despacito’ ke pasar bahasa Latin, namun saat Justin Bieber tertarik untuk menghadirkan remix versi dirinya, maka ‘Despacito’ secara fenomenal menjadi mega hit tahun ini dan sukses menjadi #1 Hot 100 berpekan-pekan lamanya, seolah-olah tidak mau turun. Secara umum remix-nya masih sama dengan versi asli, namun kini dengan penambahan vokal dan lirik baru berbahasa Inggris dari Bieber.

09. I Took A Pill In Ibiza (SeeB Remix) – Mike Posner [2016]

Di tahun 2016 ditandai dengan sukses single ‘I Took A Pill In Ibiza’ yang memiliki perjalanan mirip dengan ‘Cheerleader’. Merupakan bagian dari album comeback Mike Posner, “At Night, Alone”, ‘I Took A Pill In Ibiza’ awalnya adalah sebuah lagu pop balada yang terdengar murung dan agak moody. Namun kemudian musisi EDM dan DJ SeeB menggubah ulang (nyaris total) lagu dalam bentuk tropical house dan sisanya tinggal sejarah. ‘I Took A Pill In Ibiza (SeeB Remix)’ pun sukses besar dan diputar di mana-mana. Begitu hebat sukses remix ini bahkan menutupi fakta jika sebenarnya ia adalah sebuah lagu remix, bukan orisinal.

08. Cheap Thrills (Sean Paul Remix) – Sia [2016]

‘Cheap Thrills’ adalah salah satu bagian dari trend single yang sukses besar setelah mendapatkan treatment remix. Hanya saja Sia tidak mengajak DJ atau musisi EDM untuk meremix lagunya, melainkan mengajak Sean Paul sebagai featuring act, dengan mengubah lagu agar terdengar lebih kaya dengan nuansa reggae dan tropical. Hasilnya ternyata adalah sebuah formula tepat karena dengan menggabungkan Sia dan Sean Paul, ‘Cheap Thrills’ menuai sukses besar dan mengantarkan Sia untuk mendapatkan #1 Hot 100 pertamanya.

07. Bad Blood (Kendrick Lamar Remix) – Taylor Swift [2015]

‘Bad Blood’ adalah single keempat Taylor Swift untuk album suksesnya, “1989”. Awalnya lagu hanya menampilkan Taylor sebagai penyanyi. Namun sebagai kepentingan perilisan lagu sebagai single serta video klipnya, Taylor kemudian mengajak rapper Kendrick Lamar untuk hadir menyemarakkan lagu. Secara aransemen tidak ada perubahan berarti, namun kehadirkan Kendrick memang mempertegas pengaruh hip-hop yang bisa terdengar dalam lagunya. Kolaborasi ini terbukti sukses dengan mampu menyabet posisi #1 Hit 100

06. Cheerleader (Felix Jaehn Remix) – OMI [2015]

Sebelum ‘Despacito’, sudah ada ‘Cheerleader’ yang tercatat sukses besar selepas mendapat treatment remix. ‘Cheerleader’ sukses saat dirilis di Jamaika, kampung halaman OMI, sang penyanyinya. Kemudian DJ muda asal Jerman, Felix Jaehn, diajak untuk melakukan remix untuk lagunya. Di tangan Felix, aransemen asli lagu diubah sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah track tropical house yang laidback dan santai dan begitu adiktif. Dirilis di musim panas tahun 2014, remix ‘Cheerleader’ perlahan tapi pasti membesar dengan masif sehingga akhirnya menjadi salah satu mega single di tahun 2015, jauh melampaui versi aslinya.

05. Flawless (Nicki Minaj Remix) – Beyoncé [2014]

‘Flawless’ adalah anthem women-empowerment dan bernafaskan feminisme kuat milik Beyoncé yang terdapat dalam album self-titlednya. Awalnya lagu hanya menampilkan penulis dan aktivis kenamaan Chimamanda Ngozi Adichie sebagai featuring act. Namun kemudian Bey merilis ulang lagu nyang fierce dan kaya swag ini dengan menggandeng rapper Nicki Minaj. Hasilnya memang terdengar lebih fierce lagi mengingat kedua artis ini memiliki persona yang kuat. ‘Flawless’ juga menandakan kali pertama Bey dan Nicki berkolaborasi.

04. Waves (Robin Schulz Remix) – Mr Probz [2014]

‘Waves’ adalah single milik penyanyi Belanda Mr Probz yang sukses besar di negaranya saat dirilis di tahun 2013. Namun ‘Waves’ kemudian menjadi sensasi global setelah diremix oleh DJ asal Jerman, Robin Schulz, di tahun 2014. Versi deep house milik Robin inilah yang mengantarkan ‘Waves’ sukses menjadi raja di berbagai chart di belahan dunia, dan mengangkat nama Mr Probz menjadi lebih dikenal tidak hanya di kampung halamannya. Sukses ‘Waves’ versi remix Robin bahkan berbuntut dengan remix lain, yang menghadirkan Chris Brown dan T.I. sebagai featuring act.

03. Summertime Sadness (Cedric Gervais Remix) – Lana Del Rey [2013]

Rasa-rasanya sulit membayangkan seorang Lana Del Rey menyanyikan lagu dance atau setidaknya menjadi bintang tamu di sebuah track EDM. Namun bukan berarti Lana tidak memiliki hits dance-nya sendiri. Hal ini bisa terjadi berkat remix DJ asal Prancis, Cedric Gervais, untuk salah satu single ikonik Lana, ‘Summertime Sadness’. Meski aslinya adalah sebuah track trip-hop murung, namun sepertinya Cedric bisa merasakan jika lagu pun bisa diolah menjadi sebuah track EDM karena memiliki modal untuk itu. Instingnya dan visinya terbukti tepat, karena ‘Summertime Sadness (Cedric Gervais Remix)’ sukses tidak hanya di skena musik dance namun juga bisa diterima dengan baik oleh penikmat musik pop secara umum.

02. E.T. (Kanye West Remix) – Katy Perry [2011]

‘E.T.’ adalah single ketiga (keempat untuk radio) yang dirilis Katy Perry untuk album sukses miliknya, “Teenage Dream”. Awalnya lagu hanya menampilkan Katy sebagai penyanyi. Namun sebagai kepentingan perilisan lagu sebagai single serta video klipnya, Katy kemudian mengajak rapper Kanye West untuk hadir menyemarakkan lagu. Secara aransemen tidak ada perubahan berarti, namun kehadirkan Kanye memang mempertegas pengaruh hip-hop yang bisa terdengar dalam lagunya. Kolaborasi ini terbukti sukses dengan mampu menyabet posisi #1 Hit 100.

01. Till the World Ends (Kesha & Nicki Minaj Remix) – Britney Spears [2011]

Jika biasanya sebuah single sukses setelah mengajak penyanyi lain menjadi featuring act untuk versi remix-nya, maka ‘Till the World Ends’ justru mendapat remix seperti itu setelah menuai sukses besar. Ini tentu tak terlepas dari sosok yang berada di belakang lagu dan tercatat sebagai penulisnya. Ia adalah Kesha yang saat itu juga tengah menanjak namanya. Oleh karena itu saat Britney mengajak Kesha untuk hadir di versi remix yang disebut dengan ‘The Femme Fatale Remix’, maka kesuksesan ‘Till the World Ends’ semakin besar saja. Girl power semakin kental dengan hadirnya Nicki Minaj yang memeriahkan versi remix lagu.

Share with:


Categories: Musik TV

Tags: ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.